Minggu siang selepas dhuzur, saya memenuhi ajakan Deowot sahabat saya untuk melihat pameran pernikahan (wedding fair) di JCC, Senayan. Alhamdulillah, sahabat saya ini insya Allah akan melepas masa lajang nya di penghujung tahun 2011.
Jujur, buat saya ini merupakan berita yang menggejutkan sekaligus menggembirakan. Terkejut, karena begitu cepat prosesnya, gembira karena pada akhirnya Allah berkenan mempertemukan Deowot dengan jodohnya.. (mudahkan dan lancarkan segala urusannya ya Robb..amin). Saya sangat tahu sekali bagaimana sahabat saya ini jatuh bangun membangun sebuah hubungan. Dari sini saya belajar, bahwa segala sesuatu klo Tuhan sudah berkehendak dan sudah saatnya, tidak ada satu pun yang bisa menghalangi. Tapi, klo memang Allah belum berkehendak, mau jungkir balik, maw kate ape juga klo memang belum waktunya ya gak akan terjadi… Gusti paringi aku sabar..
Awalnya saya ragu untuk memenuhi ajakannya untuk datang dalam pameran pernikahan itu, saya takut dengan hadir ditempat itu hanya akan membuka luka lama, apalagi dari hari sabtu kemarin saya rada-rada ilfil dengan status beberapa teman saya di bbm seperti, H-3 lah, gak sabar menunggu hari itu lah, hingga status enggagement with bla..bla..bla,, fiuuhhhh.. saya mungkin sirik ato apalah,, tapi yang jelas status-status itu mengingatkan saya pada seseorang. Status-status sejenis yang sempat berkeliaran di salah satu situs pertemanan yang mampu membuat saya hingga saat ini agak trauma untuk membuka situs tersebut. Tapi, semakin kita takut menghadapi sesuatu hal, kita semakin didekatkan pada hal yang menakutkan tersebut.., jadi ya hadapi saja.. what ever will be will be deh .. demikian pikir saya. Lagi pula, sejak Jum’at kemarin saat kami berdua saling bertukar pesan melalui bbm, saya toh sudah menawarkan diri untuk membantunya kalau-kalau dia membutuhkan bantuan saya.. ?
Setelah menentukan Plangi sebagai meeting point, jam setengah dua siang kami berdua meluncur ke JCC. Saya selalu suka melihat wedding fair, melihat para pasangan dengan wajah-wajah yang begitu sumringah, melihat beragam kebaya dan gaun pengantin yang cantik-cantik, dekorasi pelaminan yang indah dan tak jarang mewah, dan beragam pernak pernik yang lucu.. jujur, seharian kemarin saya iri setengah mati..!.
Setiap orang pasti punya impian, tentang pesta pernikahan yang diinginkan. Demikan halnya dengan saya, saya punya impian, suatu saat nanti, saya ingin pesta pernikahan saya berlangsung disuatu tempat yang indah, dipenuhi dengan aneka bunga. Pesta yang hanya dihadiri keluarga dan sahabat terdekat. Pesta yang tidak memakan banyak biaya, simple namun elegan.
Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian masyarakat kita pesta pernikahan merupakan pestanya orang tua, sebuah pesta yang bisa mendatangkan prestise bagi si empu nya hajat. Makin mewah pesta nya makin tinggi pula prestise-nya karena makin terlihat jelas status sosialnya, tidak peduli berapa miliar uang yang harus dikeluarkan demi sebuah pesta yang menghabiskan waktu hanya 3 jam itu. Mengundang ribuan tamu, yang bagi kedua mempelai mungkin tidak mengenal semua tamu yang hadir pada saat pestanya. Toh, ini kan pesta 1 kali dalam seumur hidup.. demikian alasannya.
Tidak ada yang salah dengan sebuah pesta, kalau memang memiliki kemampuan untuk merayakan pesta ya boleh-boleh saja. Yang salah adalah, ketika kita memaksakan suatu pesta sedang kita tidak memiliki kemampuan untuk merayakannya. Teman saya, memaksakan diri cari pinjaman bank melalui beberapa kartu kreditnya untuk membiayai pesta pernikahannya, dan akhirnya setelah pesta pernikahan usai digelar, teman saya ini pusing tujuh keliling memikirkan bagaimana caranya membayar cicilan kartu kreditnya..
Bagaimana dengan anda? Seperti apa pesta pernikahan yang anda impikan?..